> Ramadan Ceria - TrubusID Raih Berkah Penuh Keceriaan

Kolang-kaling dan Ketupat Jadi Buruan Pembeli Jelang Lebaran

TrubusRamadan
Reza Perdana | Followers
13 Juni 2018   16:47

Trubus.id -- H-2 Lebaran 2018, masyarakat di Kota Medan, Sumatra Utara, semakin ramai berbelanja kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional. Salah satu yang jadi buruan adalah kolang-kaling.

Penganan berbentuk kenyal berwarna putih transparan dan terbuat dari biji pohon aren tersebut seperti menjadi makanan wajib untuk disajikan pada momentum Lebaran. Seorang pedagang kolang-kaling di Pasar Tradisional Simpang Limun, Umi Kalsum mengatakan, sepekan menjelang Lebaran, banyak masyarakat membeli kolang-kaling.

“Hari biasa, saya juga jual kolang-kaling juga, tapi stok tidak banyak. Saat Ramadan dan jelang Lebaran, stoknya mulai banyak karena permintaan juga banyak,” kata Umi Kalsum kepada Trubus.id, Rabu (13/6).

Di Medan, Sumatra Utara, kolang-kaling menjadi makanan wajib yang disajikan saat Lebaran (Foto: Kontributor Trubus.id/ Reza Perdana).

Sudah 45 tahun, Umi Kalsum berjualan kolang-kaling. Pada hari biasa sebelum Ramadan, ia mampu menjual sekitar 30 kilogram per hari. Namun, sepanjang Ramadan dan jelang Lebaran, penjualannya meningkat tajam.

“Bisa terjual di atas 70 kilogram per hari jelang Lebaran ini. Bahkan, bisa ratusan kilogram yang terjual mendekati Lebaran,” ucapnya.

Karena permintaan yang banyak selama Ramadan dan menjelang Lebaran, Umi mendapatkan stok kolang-kaling dari berbagai daerah di Sumatra Utara seperti Langkat, Deli Serdang, hingga Tapanuli.

Baca Lainnya : Hati-hati, Ada Kolang Kaling Mengandung Formalin di Pasar Tradisional Ini

“Harga kolang-kaling mulai dari Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitasnya,” ungkapnya.

Selain kolang-kaling, salah satu pernak-pernik makanan yang juga banyak dicari masyarakat menjelang Lebaran adalah bungkus ketupat. Bahan yang terbuat dari daun kelapa muda ini banyak diserbu pembeli untuk membuat lontong ketupat ataupun ketan ketupat.

Seorang pedagang bungkus ketupat di Pasar Simpang Limun, Lina mengaku, mendapat bungkus ketupat untuk dijual langsung dari pengrajin.

“Beberapa hari jelang Lebaran ini, banyak masyarakat beli ketupat. Saya jual mulai Rp4 ribu sampa Rp 5ribu per ikat (10 buah). Per harinya bisa laku hingga 50 ikat, banyak yang beli,” tandasnya. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait