> Ramadan Ceria - TrubusID Raih Berkah Penuh Keceriaan

Ini Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

TrubusRamadan
Ayu Setyowati | Followers
31 Mei 2018   15:49

Trubus.id -- Trubus Mania, apakah kamu salah satu dari sekian banyak orang yang sering tidur lagi selepas sahur? Faktanya, tak sedikit dari kita yang menemukan tantangan tersendiri untuk bangun jelang waktu fajar, demi makan sahur. Rasa kantuk dan lelah yang timbul tentunya lumrah, akibat perubahan jadwal tidur harus disesuaikan. Padahal, jika ditilik dari sisi medis, kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur ini sangat berisiko bagi kesehatan.

Kenapa Langsung Tidur setelah Sahur Berbahaya?

Saat mengonsumsi makanan, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan, yang selanjutnya diserap tubuh. Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menyerap makanan, juga tergantung dari pilihanmu. Jika asupan yang dikonsumsi kaya akan karbohidrat dan lemak, dibutuhkan waktu minimal 2 jam untuk menggiling makan tersebut sampai bentuknya berubah menjadi sari pati makanan.

Selama berlangsungnya proses penggilingan, dibutuhkan pula suplai darah yang tidak sedikit. Inilah alasan utama kenapa kita dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang memicu kinerja suplai darah, setelah makan. Dampak yang terjadi jika kita tidur sebelum memberi istirahat 2 jam usai makan, saluran pencernaan belum tuntas menggiling makanan, dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan serta gagalnya penyerapan nutrisi. Akibatnya, makanan yang telah dikonsumsi tidak mampu memaksimalkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Langsung Tidur Selepas Sahur

Penimbunan lemak

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Jeremy Barnes dari Southeast Missouri State University, saat seseorang yang memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk, melakukan kebiasaan tidur setelah makan sahur, maka ia pun semakin berisiko 2 kali lipat untuk mengalami obesitas. Apalagi jika mengonsumsi makanan berlemak atau yang digoreng.

Saat tidur, tubuh hanya membutuhkan sedikit energi, sehingga makanan pun tidak akan dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh sistem pencernaan. Sebaliknya, asupan sahur tersebut hanya akan menumpuk menjadi lemak sehingga gampang memicu kenaikan berat badan.

Peningkatan asam lambung

Untuk setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh, selalu ada potensi peningkatan asam lambung. Sayangnya, jika asupan makanan tidak tergiling sempurna, risiko asam lambung dapat menimbulkan iritasi pada dinding lambung. Gejalanya seperti sensasi panas atau nyeri di perut kiri bagian atas (ulu hati). Karenanya, pengidap penyakit maag harus berhati-hatilah terhadap asam lambung. Juga menghindari kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur.

Refluks asam lambung (GERD)

Dikenal juga dengan GERD. Diakibatkan oleh katup antara perut dan kerongkongan yang tidak menutup secara sempurna. Umumnya, hal ini dipengaruhi oleh perubahan posisi akibat gaya gravitasi. Tidur dengan posisi terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung dan naik lagi ke kerongkongan. Padahal, makanan ini membawa serta asam lambung.

Imbasnya, keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan luka atau iritasi. Waspadai bila kamu merasakan sensasi mulut pahit, panas di dada, tenggorokan panas, sendawa berlebihan, serta mual. Agar puasa lebih nyaman, cobalah biasakan untuk menunda waktu tidur hingga makanan telah selesai dicerna.

Masalah saluran pencernaan

Normalnya, ada juga proses pengosongan lambung setelah nutrisi berhasil diserap oleh sistem penecernaan. Proses ini juga membutuhkan waktu sekitar dua jam setelah makan. Sayangnya, posisi berbaring yang kita lakukan saat tidur, dapat menghambat proses pengosongan lambung. Bila hal ini terjadi berulang kali, dapat menyebabkan diare atau sembelit sehingga mengganggu kesehatan di bulan puasa.

Kurangi  makanan berlemak, tinggi gula, dan kaya kafein dalam menu sahurmu. Sebagai gantinya, perbanyaklah asupan buah dan sayur untuk memperlancar proses pencernaanmu. Jika memungkinkan, gantilah nasi putih dengan nasi merah. Nasi merah sangat baik dikonsumsi selama bulan puasa untuk memenuhi kebutuhan serat harianmu. Kamu pun jadi lebih cepat kenyang dan tidak mudah merasa lapar di siang hari.

Stroke

Saat tidur, distribusi aliran darah ke otak harus tetap terjaga, sesuai kebutuhan tubuh. Akan tetapi, bila lambung sedang menjalankan proses penggilingan makanan, maka suplai aliran darah pun terbagi. Jika kondisi ini terus-menerus menjadi kebiasaan, dampaknya adalah otak dapat kekurangan oksigen sehingga memicu stroke. Inilah sebabnya, kebiasaan tidur setelah sahur tidak boleh dianggap sebelah mata, selama kamu berpuasa. [DF]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait